Rabu, 06 Agustus 2014

Penyambutan BSBI 2014

"kalau kita jual coto ke orang amerika, cotonya akan habis dalam beberapa menit. kalau kita ajak mereka kenal budaya kita, mereka akan ingat seumur hidup."

Budaya tidak bisa dicuri orang. budaya itu ada di hati dan kepala kita, mana mungkin bisa dicuri? sama seperti bahasa; kalau sy mengajarkan bahasa indonesia pada anda, bahasa itu tidak hilang dari diri saya-tetap ada, justru berkembang. budaya juga begitu; budaya adalah sesuatu yang dilestarikan secara turun-temurun, disebarkan pada orang lain, dan diasimilasikan oleh bangsa lain-hal yang baik untuk perdamaian antar bangsa.

"Budaya yang kuat adalah budaya yang banyak mempengaruhi budaya-budaya lain. kita harus senang apabila budaya indonesia menginspirasi dan dipelajari bahkan diadopsi bangsa lain, sepanjang mereka mengakui bahwa budaya berasal dari indonesia. itu tanda budaya kita kuat (Dr. Dino Patti Djalal, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat)."

Bersama dalam penyambutan peserta beasiswa seni budaya indonesia (BSBI) 2014 dari 12 negara kemarin di rumata. (Didi Riza sutradara laskar pelangi, Master gendang Dg Serang, Darmawan Denassa, dan RHD TIM)

 

Kelas English di Panti

............ dan kelas english hari ini di tutup dengan doa anak panti u para pejuang, para guru, dan orang tua kami, terkhusus doa bagi para donatur yg telah membantu perjuangan kami u menunaikan janji kemerdekaan 'mencerdaskan kehidupan bangsa'...

 Foto: ...dan kelas english hari ini di tutup dengan doa anak panti u para pejuang, para guru, dan orang tua kami, terkhusus doa bagi para donatur yg telah membantu perjuangan kami u menunaikan janji kemerdekaan 'mencerdaskan kehidupan bangsa'...

Hari k3 bersama peserta BSBI 2014

good morning.

Hari ini adalah hari k3 sy menjadi pendamping peserta indonesian arts and culture scolarship (IACS) dari 12 negara di RHD Gowa. Mereka kami dampingi untuk belajar menenun, buat gendang, berkebun, buat kue2 tradisional, local wisdom dan bermain permainan tradisional seperti songko-songko jangang, asing, tembak2, dan engrang seperti gambar di bawah ini.

Abby peserta asal australia terlihat menikmati permainan longga (engrang), Demin asal kroasia sedang bermain gandrang bersama tamu RHD dari mandar, yang lain sibuk menenun dan watson daniel dari vanuatu tak sedikitpun pernah bergerak dari tempat duduknya, dia nampak semangat sekali untuk menyelesaikan gandrang (gendang) yang dibuatnya.

Ada banyak cerita pengalaman yang ingin saya bagi, tapi melihat peserta sudah berkumpul dan siap menerima materi hari ini, so sy harus mengakhiri tulisan ini.

 
  Abby -Austaralia

 
 Demian - Kroasia

 (Peserta BSBI sementara belajar menenun)

Watson Daniel_Vanuatu

Wisata Sejarah BSBI

Tulisan ini merupakan refleksi pengalaman saya sebagai pendamping para peserta BSBI (beasiswa seni budaya indonesia) atau dikenal juga dengan nama IACS (indonesian arts and culture scholarship dalam bahasa inggrisnya. Program beasiswa tersebut merupakan salah satu bentuk soft-power diplomacy yang dilakukan oleh Pemerintah RI dalam menciptakan citra positif Indonesia di kalangan masyarakat internasional yang dilakukan oleh Kemlu RI melalui pendekatan people-to-people contact. Peserta BSBI disebar kebeberapa kota besar di indonesia, termasuk makassar.

(Bersama Peserta BSBI, master gendang Dg Serang, Sutradara laskar pelangi Riri Riza dan Owner Rumah hijau, dan beberapa Volunteer RHD)
Wisata sejarah BSBI Makassar di kab Gowa berlangsung pekan lalu (13 Mei 2014), para peserta BSBI yang berasal dari 12 negara tersebut kami ajak untuk mengunjungi beberapa tempat wisata sejarah yang ada di kabupaten gowa, seperti mesjid tua katangka, Makam sultan Hasanuddin, Batu pallantikang, Bungung lompo dan Berakhir di Balla lompoa.
Dipandu oleh tim RHD, peserta BSBI memulai perjalanannya dengan memasuki halaman mesjid tua katangka, melihat beberapa ornamen dan bangunan mesjid dari luar serta makam-makam keluarga raja yang ada di halaman mesjid. Kemudian mereka terus berjalan ke atas melintasi beberapa makam hingga akhirnya sampai di makam Sultan Hasanuddin.Ditempat ini kembali kami jelaskan kepada peserta BSBI terkait sejarah makam dan sultan hasanuddin, termasuk sejarah batu pallantikang yang ada disisi kiri bagian depan makam sultan hasanuddin.
(di depan Makam Sultan Hasanuddin)
Setelah itu tim bergerak keluar kompleks makam dan meyusuri jalan kebawah, jalan tersebut merupakan jalan yang sering dilintasi raja dan keluarga menuju masjid. Sebelum sampai masjid kita akan menjumpai sebuah sumur yang usianya jauh lebih tua dari masjid Katangka, namanya Bungung Lompo, sebuah sumur yang tidak pernah kering meskipun musim kemarau melanda.
(Di depan Bungung Lompoa)
Bungung ini dipakai oleh para prajurit Kerajaan Gowa mensucikan diri sebelum berangkat ke medan perang, dan setelah masjid tua Katangka berdiri, sumur ini kemudian menjadi tempat berwudhu para jamaah sebelum menunaikan sholat. "siapapun yang mencuci muka di sumur ini, dan berniat akan kembali ke gowa maka itu akan terjadi", kata Darmawan Denassa" (owner RHD) kepada peserta BSBI Mks.
Kegiatan kunjungan wisata sejarah ini berakhir diballa lompoa, ditempat tersebut para peserta terlihat menikmati beberapa koleksi museum balla lompoa (keris, baju, alat musik tradisional, tulisan lontara, mahkota, mata uang tempo dulu, dan beberapa benda unik lainnya).
(Museum Balla Lompoa)

DS (Interpreter of RHD for IACS 2014)

Senin, 04 Agustus 2014

Pendidikan Holistik lewat Outing Class



Bagi anak-anak, alam yg terbentang adalah semesta bermain dan belajar. Lingkungan sekolah bukan satu-satunya tempat belajar anak. Dengan melangkah keluar kelas, bahkan keluar sekolah, khasanah pengalaman dan pengetahuan anak-anak akan berkembang lebih luas. Diluar kelas, anak-anak memiliki kesempatan yang lebih bervariasi untuk mengikuti berbagai petualangan beljar yang mengandung nilai filosofis, teoritis, sekaligus praktis. Dengan mengeluarkan anak-anak dari lingkungan tembok kelas, pembelajaran jadi lebih menantang dan menyenangkan.
Apabila konsep ini diterapkan pada sekolah sebagai tempat belajar, sesungguhnya setiap lingkungan adalah ruang belajar; tidak terbatas pada dinding-dinding kelas.
Seorang filsuf Cina bernama Lao-Tzu “memiliki gagasan dahsyat tentang hakikat ruang.
” the reality of the building does not consist in the roof and walls, but in the space within to be lived in.“
dalam pernyataan lain , Lao-Tzu menyebutkan ” for the wise man looks into space and he knows there is no limited dimensions.”
Persepsi ruang menurut Lao-Tzu bukanlah sebidang tanah yang dibatasi dinding dan atap, melainkan tempat beraktivitas dan tak ada ukuran tertentu untuk menentukan ruang itu.
bayangkan, jika sebuah tema pembelajaran tentang tumbuhan siswa pergi ke kebun dan sawah, pelajaran ikan, maka siswa pergi ke kolam ikan atau ke laut. siswa benar-benar melihat tumbuhan dan ikan hidup, memegang, atau mungkin memasaknya sebagai hidangan makan siang. . ketika seorang guru bahasa inggris dan bahasa indonesia mengajarkan materi “describing things”, maka alam; sawah, gunung, sungai, bangunan; benteng, menara, rumah adat adalah sekolah asli. begitupun pada materi pelajaran yang lain, matematika, fisika, biologi, sosial dengan memasukkan sebanyak mungkin unsur alam kedalam lingkungan belajar, otomatis akan lebih memberi kepuasan terhadap otak siswa.
Intinya cara pandang holistik dalam pembelajaran mendorong hadirnya ruh dari materi dan menumbuhkan motivasi internal belajar.
sumber inspirasi ;
Kelasnya Manusia_ Munif chatib
Sekolah yang Menyenangkan_IGM (interaktif Gemilang Mutafannin)
RHD (Rumah Hijau Denassa)
FKBS (Forum Kampung Bahasa Sulawesi)
SDI Sailong Gowa

“Andapun Bisa Menginspirasi”

13882434251517252392 
Pernahkah kita berpikir bahwa kita sebenarnya bermasalah….? ya  Masalah kita sebenarnya adalah kita merasa tidak pernah punya masalah, Kita semua cenderung tahu  berapa jumlah ekspor-impor tambang dan minyak serta perkembangan ekonomi tapi tidak tahu berapa jumlah guru sekarang. Kita tahu Kualitas tambang, tapi tidak tahu kualitas  pendidikan. Seolah-olah permasalahan bangsa di dunia pendidikan hanya menjadi tanggung jawab guru dan menteri pendidikan sedangkan kita yang bekerja diluar itu sebut saja kaum profesional seakan tak ada hubungannya dengan kondisi tersebut. kita lebih asyik bekerja di belakang meja, lab, kantor ataupun dilapangan. Padahal kalau kita mencoba  flashback  perjalanan hidup kita ke belakang hingga sukses di bidang masing-masing hari ini, tentu tak lepas dari peran negara yang telah menyediakan berbagai fasilitas pendidikan, maka konsekuensi logis sebagai orang terdidik adalah membalas kenikmatan tersebut dengan berbagi kepada warga negara lain.
Bicara tentang peningkatan kualitas pendidikan, sudah saatnya kita berdiskusi dan berbuat, tidak hanya menawarkam solusi tapi mengerjakan solusi, Jangan pernah mengecam kegelapan, lebih baik nyalakan lilin. Jangan suka mengeluh  akan sesuatu hal, lakukan perubahan dari diri sendiri, jangan menjadi orang-orang NATO baru ( not action talk only).
Mengutip pernyataan Prof Anis Baswedan dalam suatu kesempatan pertemuanku dengannya yang sempat kuabadikan diatas, beliau berkata bahwa “beberapa tahun yang lalu Prof Anis mencoba mencanangkan indonesia mengajar, namun jika hal tersebut hanya mendorong ide dan sebatas diskusi saja tentu itu sulit, perlu realisasi dengan mengundang anak-anak terbaik bangsa, mengajaknya mengajar di pelosok-pelosok, guna menginspirasi anak sekolah dan masyarakat. Prof Anis melanjutkan bahwa indonesia mengajar sebenarnya belum cukup untuk mengatasi kompleksitas permasalahan pendidikan dinegeri ini, olehnya kita sebagai individu dari berbagai sektor yang berbeda harus mengambil peran masing-masing dan berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan, satu terobosan baru yang bisa anda manfaatkan adalah kelas inspirasi.
Kelas inspirasi adalah ruang buat anda menginspirasi banyak anak negeri, mengenalkan mereka dengan dunia anda yang mungkin saja tak pernah terpikirkan dalam hidup mereka, Kisah dan pengalaman sukses anda akan menjadi api pemantik para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka, serta agar anda sebagai kaum profesional, khususnya kelas menengah secara lebih luas, dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan kita, dengan cuti sehari anda akan diajak masuk kelas, tidak untuk mengajar matematika, ipa, bahasa dll tapi untuk menginspirasi dan berbagi pengalaman.
Kelas inspirasi ini sendiri sebelumnya telah terlaksana dibeberapa kota di indonesia termasuk makassar, olehnya pada kegiatan selanjutnya sekelompok relawan juga akan melaksanakan agenda mulia ini di kabupaten gowa-takalar-bantaeng sekitar bulan februari mendatang. Two heads are better than one sehingga melalui tulisan ini kami mengundang para profesional yang berdomisili di gowa dan sekitarnya untuk menjadi relawan panitia dan pengajar. 
Andapun bisa menginspirasi, silahkan bergabung dengan kami…
Orang yang sangat mulia adalah orang yang mempelopori suatu gerakan moral yang berguna bagi generasinya dan juga generasi berikutnya, selanjutnya adalah orang yang memberikan jasa besar bagi masyarakat pada umumnya, dan selanjutnya adalah orang yang kata-katanya memberikan pencerahan dan ispirasi bagi orang lain. Ini adalah tiga pencapaian yang tak akan mati dalam kehidupan.
(The Tso Chuan)

Rabu, 23 Juli 2014

"Lettupo Mujokkah / Battupo mulampah"

Mudik merupakan agenda tahunan yang pasti saya lakukan, berkumpul bersama keluarga di hari lebaran adalah kebahagian tersendiri. Mengingat tingginya angka kecelakaan pada saat mudik, para pemudik dihimbau untuk selalu berhati-hati, berikut tips mudik yang saya ambil dari koran Tribun Timur edisi hari ini.

Anda sudah siap mudik? Ada baiknya anda mengingat pesan leluhur Bugis-Makassar, "lettupo mujokkah" (bugis; Sampailah baru berangkat/mudik). "Battupo mulampah" (Makassar: Sampailah baru pergi/mudik).

Pesan leluhur itu menyiratkan kebeningan jiwa dan tekad hati. Ada doa didalamnya. Pun pesan itu sudah termasuk kelengkapan kendaraan sudah dipastikan ok. stamina pun sudah harus diparipurnakan.

Sebelum tinggalkan rumah Anda, duduklah sejenak. Tenangkan diri. Hirup udara sebanyak-banyaknya. penuhi rongga dada anda dengan udara segar, lalu alirkan ke pusat. kemudian pejamkan mata anda. Bayangkan anda sudah dalam perjalanan. Bayangkan anda melewati jalur yang akan ditempuh. Bayangkan anda sampai di tempat tujuan. Bayangkan anda disambut gembira oleh sanak keluarga di kampung.

lalu keluarkan udara itu perlahan-lahan disertai doa, "ya Allah, lindungi kami dalam perjalan ini. Mudahkan kami dalam perjalan ini, jaga rumah dan harta yang kami tinggalkan di sini. Dan kembalikan kami ke tempat ini lagi."

lalu melangkahlah keluar rumah. Pastikan barang yang akan dibawa sudah di kendaraan semua. Jika anda naik mobil, pastikan keluarga Anda sudah duduk tenang dalam kendaraan.

sebelum anda naik kendaraa, tataplah sejenak rumah anda. Pastikan semuanya sudah ok.

Lalu "bismillah", putar kunci kendaraan anda. Bismillah, injak atau putar gas perlahan-lahan, dalam perjalanan ada baiknya anda memperbanyak takbir dan tahmid. selamat.............mudik, marhaban kampung halaman.! (as kambie)